Rabu, 26 Oktober 2016

BIOGRAPHY




 NUR HIDAYAH
   SI PENCINTA KELUARGA  

            Setiap manusia mempunyai kisah, cerita hidup yang sangat berharga. Pengalaman merupakan guru terbaik. Tak terkecuali Nur Hidayah. Beliau adalah salah satu dari hamba Alloh yang bisa di bilang sangat bersyukur dan beruntung dengan keadaanya.
          Nur Hidayah kelahiran 21 tahun silam, beliau anak dari seorang petani. Nur hidayah adalah anak ke sepuluh dari tiga belas orang saudara. Kehidupan seorang petani yang mampu menghidupi tiga belas orang anak nya. Dari jerih payah ayahnya yang bernama HERMAN dan ibunya yang bernama ROSITA, maka terpenuhilah kebutuhan hidup mereka. Jika di pikir dengan akal maka tentunya orang tua Nur Hidayah akan kewalahan dalam menghidupi anak anak nya. Tapi ternyata seiring dengan berjalanya waktu kebutuhan keluarganya bisa di penuhi bahkan berlebih tapi tetap penuh kesederhanaan.
          Perjuangan ayah dan bunda Nur Hidayah bukan hal yang ringan, penuh pengorbanan dan air mata. Akan tetapi semangat juang mereka sebagai penanggungjawab keluarga sangat besar. Tak peduli hujan, angin, bahkan panas , sang ayah terus memacu semangatnya.
          Nur Hidayah is grew from a humble family.Her father was died five years ago. Beliau wafat meninggalkan satu orang istri dan tibabelas orang anak. Perjuangan yang tadinya di lakoni berdua antara ayah dan bundanya, kini semenjak sang ayah tiada semuanya tertumpu kepada Ibundanya. The fighting spirit of her mother to deliver to continue education at Lancang Kuning University in English Department. Yang insya Alloh  her goal is a teacher.
Beside a girl helper. She is compassionate person. Lovers family. Her Social life is very full of tolerance. A good person in hanging out with friends. Pernah suatu ketika Nur Hidayah berjalan seorang diri hendak kekebun mengantarkan nasi untuk makan ayah bundanya. Di tengah perjalanan ada seorang nenek yang menegurnya. “Mau kemana nak? Tanya si nenek. Lalu Nur Hidayah menjawab “ mau ke kebun nek mengantarkan makan siang untuk ayah .” “boleh nenek minta nasinya” pinta si nenek. “boleh, nenek lapar ya ?” jawab Nur Hidayah sambil membuka rantang nasinya kemudian menuangkan nasi tsb ke rantang si nenek. “Terima kasih ya nak.” Tegas si nenek. “ sama sama nek” jawab Nur Hidayah. Dari kejadian tersebut bisa di gambarkan bahwa Nur Hidayah memberikan nasi untuk si nenek tanpa memperdulikan siapa si nenek tsb, yang ia tahu saat itu si nenek membutuhkan nasi untuk makan. That’s the nature of her salvation.
          Beside that she is also like to helping her parent. Dari mulai pagi hari sebelum berangkat kesekolah ia membantu ibunya dalam pekerjaan rumah tangga. Utamanya dalam membantu ibunya mengurus adik adiknya. Sebagai anak gadis Nur hidayah sudah terbiasa mengerjakan profesi sebagai seorang ibu. Bekal bimbingan orang tuanya menjadikannya sebagai seorang anak yang penolong.
          Di mata sahabatnya Nur hidayah juga mempunyai peran penting sebagai sosok yang dewasa dalam bersikap. Pernah suatu ketika diantara temannya ada yang berselisih paham namun berkat kedewasaan Nur Hidayah temen temannya tersebut dapat di persatukan kembali.
          The attitude of her intelligence in life is always to get some opinion and become a place to ask from her friends. Sikap tolong menolong akan meringankan beban atau masalah yang di deritanya.
Ketika lulus sekolah dasar Nur Hidayah memilih sekolah lanjutanya ke Madrsah Sanawiyah Al iklas di Libo Kecamatan Kandis.
Kegiatan ekstra kulikulernya adalah PMR, Pramuka, Olah raga seperti karate, futsal dan senam. Untuk kegiatan yang sifatnya ke agamaan adalah seni baca Al Quran, Roois, dan dakwah atau ceramah. Bahasa yang di pakai dalam kegiatan adalah dua bahasa (Bilingual) Indonesia Inggris.

Nur Hidayah mengikuti extracuriculer disekolahnya adalah kegiatan PMR dan bahasa Inggris. Why should she cooses PMR? Because, that activity was very enjoyable. PMR adalah palang merah remaja yang kegiatannya banyak membantu orang khususnya di bidang medis. Kegiatan ini adalah kegiatan sosial peduli terhadap sesama. Itulah yang di senangi oleh Nur Hidayah.
                    After she graduated from MTS Nur Hidayah continued her school to ke Madrasah Aliyah. Pada masa di Madrasa Aliyah ini adalah masa remaja yang sangat menyenangkan di mana kedewasaan berfikir dan sikap menjadi lebih matang.
Nur Hidayah was really active in Osis sehingga penyaluran kesibukannya penuh dengan semangat bernilai positif. Her achievement at school are also very encouraging. She was active in English language and it become her trademark characteristics. If there is a difference in organization, she is very polite person.
Selain santun dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, Nur Hidayah juga orang yang bertanggung jawab. Contohnya ketika acara MOS selesai dan teman temanya sudah ada yang pulang Nur Hidayah masih ada di lokasi untuk membersihkan dan membereskan sisa sisa kegiatan MOS.
Dalam aktifitas belajar Nur Hidayah merupakan siswi yang aktif, hal tersebut dapat di lihat dari nilai yang di dapatnya. Keaktifannya menjadi daya tarik teman temannya. Khususnya pada teman laki lakinya. Ketertarikan teman laki lakinya berawal dari kegiatan persiapan Jambore kamping saat MOS.
          Banyak pelajaran yang diambil dari perjalanan Nur Hidayah mengutamakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi. Dia membutuhkan kebersamaan, Tak ada kecurangan, tak ada dendam, tak ada marah dan tak  ada persaingan.
          Dengan adanya persahabatan motifasi belajar  menjadi meningkat prestasi menjadi perioritas. Dengan adanya persahabat kekeluargan akan tercipta sifat saling tolong menolong. Nur Hidayah sangat bersyukur dengan keadaan demikian. Akhirnya semuanya akan terfokus terhadap belajar dan belajar. Tak ada yang mampu merasakan kenikmatan persahabatan jika tidak dilandasi dengan keihlasan saling menerima dan menghormati kepada sesame teman.
          Seiring dengan berjalannya waktu, jadwal ujian nasional pun telah tiba. Persiapan menghadapi ujian nasional sangat prioritas. Tiba saatnya memacu otak dan kelihayan dalam akademik disini akan terlihat mana yang terbaik dari yang baik. Dalam tahapannya mereka berkompetisi dan berlaga dalam soal ujian.
          Ketika waktu terus berjalan  tiba jualah saat kelulusan dari sekolah menengah pertama ( SMA ). Disinilah akhir dari pertemuan selama tiga tahun menimba ilmu. Yang tadinya dapat berjumpa setiap hari,
Dapat melihat matanya setiap hari…
Dapat mendengar suaranya setiap hari
Dapat bercengkrama setiap hari….
Suka dan duka dilalui bersama….
Makan di kantin yang terbiasa kadang kadang nembak juga….
Pakaian yang cuek…..
Gaya yang penuh inspirasi…..
Kelakuan yang  kocak dan penuh tanda Tawa….
Perubahan kedewasaan yang berarah ke pribadi yang positif….
Selamat tinggal bapak ibu guru…..
Selamat tinggal ibu kantin…..
Selamat tinggal mang udin seorang penjaga sekolah yang baik….
Selamat tinggal bapak omesh yang galak…..
Selamat tinggal upacara…..
Selamat tinggal ibu yanti yang cantik….
Suasana menjadi haru biru dengan kesedihan dan akan adanya rindu yang mendalam. Terlebih rasa yang ada dalam hati Nur Hidayah kebersamaan yang sangat dalam. Mereka akan berpisah untuk menentukan langkah masing masing.
          Ujian kesabaran dan ketekunan dalam belajar akan selalu ada. Cita cita akan mereka gapai dengan prestasi. Dan dalam diri masing masing mereka tertanam semangat untuk berkarya dan berprestasi di bidang mereka masing – masing.
          Tak ada yang tak mungkin semuanya bisa terjadi dengan ijin dan ridho Alloh swt. Semuanya harus ikhtiar harus istiqomah dalam perjalanan pendidikannya sehingga akan mendapatkan hasil yang membanggakan. Bekal pengalaman saat di bangku sekolah Madrasah Aliyah akan menjadi modal dalam meraih cita cita . Tekad yang kuat mengantarkannya dalam kesuksesan. Inilah yang menjadi semangat,
          Begitulah kisah Nur Hidayah yang penuh liku liku suka duka.Kasih sayang keluarga sangatlah yang utama dalam membentuk karakter Nur Hidayah.
          Nur Hidayah sangat bersyukur mempunyai keluarga yang akur dan saling menghormati. Pondsi yang kuat akan menghasilkan gedung yang kokoh. Pondasi yang kuat juga akan menopang dalam gedung itu menjadi harmonis.





0 komentar:

Posting Komentar