NUR
HIDAYAH
SI PENCINTA KELUARGA
Setiap
manusia mempunyai kisah, cerita hidup yang sangat berharga. Pengalaman
merupakan guru terbaik. Tak terkecuali Nur Hidayah. Beliau adalah salah satu
dari hamba Alloh yang bisa di bilang sangat bersyukur dan beruntung dengan
keadaanya.
Nur
Hidayah kelahiran 21 tahun silam, beliau anak dari seorang petani. Nur hidayah
adalah anak ke sepuluh dari tiga belas orang saudara. Kehidupan seorang petani
yang mampu menghidupi tiga belas orang anak nya. Dari jerih payah ayahnya yang
bernama HERMAN dan ibunya yang bernama ROSITA, maka terpenuhilah kebutuhan
hidup mereka. Jika di pikir dengan akal maka tentunya orang tua Nur Hidayah
akan kewalahan dalam menghidupi anak anak nya. Tapi ternyata seiring dengan
berjalanya waktu kebutuhan keluarganya bisa di penuhi bahkan berlebih tapi
tetap penuh kesederhanaan.
Perjuangan
ayah dan bunda Nur Hidayah bukan hal yang ringan, penuh pengorbanan dan air
mata. Akan tetapi semangat juang mereka sebagai penanggungjawab keluarga sangat
besar. Tak peduli hujan, angin, bahkan panas , sang ayah terus memacu
semangatnya.
Nur
Hidayah is grew from a humble family.Her father was died five years ago. Beliau
wafat meninggalkan satu orang istri dan tibabelas orang anak. Perjuangan yang
tadinya di lakoni berdua antara ayah dan bundanya, kini semenjak sang ayah
tiada semuanya tertumpu kepada Ibundanya. The fighting spirit of her mother to
deliver to continue education at Lancang Kuning University in English
Department. Yang insya Alloh her goal is
a teacher.
Beside a girl helper. She
is compassionate person. Lovers family. Her Social life is very full of tolerance.
A good person in hanging out with friends. Pernah suatu ketika Nur Hidayah
berjalan seorang diri hendak kekebun mengantarkan nasi untuk makan ayah
bundanya. Di tengah perjalanan ada seorang nenek yang menegurnya. “Mau kemana
nak? Tanya si nenek. Lalu Nur Hidayah menjawab “ mau ke kebun nek mengantarkan
makan siang untuk ayah .” “boleh nenek minta nasinya” pinta si nenek. “boleh,
nenek lapar ya ?” jawab Nur Hidayah sambil membuka rantang nasinya kemudian
menuangkan nasi tsb ke rantang si nenek. “Terima kasih ya nak.” Tegas si nenek.
“ sama sama nek” jawab Nur Hidayah. Dari kejadian tersebut bisa di gambarkan
bahwa Nur Hidayah memberikan nasi untuk si nenek tanpa memperdulikan siapa si
nenek tsb, yang ia tahu saat itu si nenek membutuhkan nasi untuk makan. That’s
the nature of her salvation.
Beside
that she is also like to helping her parent. Dari mulai pagi hari sebelum
berangkat kesekolah ia membantu ibunya dalam pekerjaan rumah tangga. Utamanya
dalam membantu ibunya mengurus adik adiknya. Sebagai anak gadis Nur hidayah
sudah terbiasa mengerjakan profesi sebagai seorang ibu. Bekal bimbingan orang
tuanya menjadikannya sebagai seorang anak yang penolong.
Di
mata sahabatnya Nur hidayah juga mempunyai peran penting sebagai sosok yang
dewasa dalam bersikap. Pernah suatu ketika diantara temannya ada yang
berselisih paham namun berkat kedewasaan Nur Hidayah temen temannya tersebut
dapat di persatukan kembali.
The
attitude of her intelligence in life is always to get some opinion and become a
place to ask from her friends. Sikap tolong menolong akan meringankan beban
atau masalah yang di deritanya.
Ketika lulus sekolah dasar Nur Hidayah
memilih sekolah lanjutanya ke Madrsah Sanawiyah Al iklas di Libo Kecamatan
Kandis.
Kegiatan ekstra
kulikulernya adalah PMR, Pramuka, Olah raga seperti karate, futsal dan senam.
Untuk kegiatan yang sifatnya ke agamaan adalah seni baca Al Quran, Roois, dan
dakwah atau ceramah. Bahasa yang di pakai dalam kegiatan adalah dua bahasa
(Bilingual) Indonesia Inggris.
Nur Hidayah mengikuti extracuriculer
disekolahnya adalah kegiatan PMR dan bahasa Inggris. Why should she cooses PMR?
Because, that activity was very enjoyable. PMR adalah palang merah remaja yang
kegiatannya banyak membantu orang khususnya di bidang medis. Kegiatan ini
adalah kegiatan sosial peduli terhadap sesama. Itulah yang di senangi oleh Nur
Hidayah.
After she graduated from MTS Nur
Hidayah continued her school to ke Madrasah Aliyah. Pada masa di Madrasa Aliyah
ini adalah masa remaja yang sangat menyenangkan di mana kedewasaan berfikir dan
sikap menjadi lebih matang.
Nur Hidayah was really
active in Osis sehingga penyaluran kesibukannya penuh dengan semangat bernilai
positif. Her achievement at school are also very encouraging. She was active in
English language and it become her trademark characteristics. If there is a
difference in organization, she is very polite person.
Selain santun dalam
menyelesaikan perbedaan pendapat, Nur Hidayah juga orang yang bertanggung
jawab. Contohnya ketika acara MOS selesai dan teman temanya sudah ada yang
pulang Nur Hidayah masih ada di lokasi untuk membersihkan dan membereskan sisa
sisa kegiatan MOS.
Dalam aktifitas belajar
Nur Hidayah merupakan siswi yang aktif, hal tersebut dapat di lihat dari nilai
yang di dapatnya. Keaktifannya menjadi daya tarik teman temannya. Khususnya pada
teman laki lakinya. Ketertarikan teman laki lakinya berawal dari kegiatan
persiapan Jambore kamping saat MOS.
Banyak
pelajaran yang diambil dari perjalanan Nur Hidayah mengutamakan kepentingan
bersama dari pada kepentingan pribadi. Dia membutuhkan kebersamaan, Tak ada
kecurangan, tak ada dendam, tak ada marah dan tak ada persaingan.
Dengan
adanya persahabatan motifasi belajar menjadi meningkat prestasi menjadi perioritas.
Dengan adanya persahabat kekeluargan akan tercipta sifat saling tolong menolong.
Nur Hidayah sangat bersyukur dengan keadaan demikian. Akhirnya semuanya akan
terfokus terhadap belajar dan belajar. Tak ada yang mampu merasakan kenikmatan
persahabatan jika tidak dilandasi dengan keihlasan saling menerima dan
menghormati kepada sesame teman.
Seiring
dengan berjalannya waktu, jadwal ujian nasional pun telah tiba. Persiapan
menghadapi ujian nasional sangat prioritas. Tiba saatnya memacu otak dan
kelihayan dalam akademik disini akan terlihat mana yang terbaik dari yang baik.
Dalam tahapannya mereka berkompetisi dan berlaga dalam soal ujian.
Ketika
waktu terus berjalan tiba jualah saat
kelulusan dari sekolah menengah pertama ( SMA ). Disinilah akhir dari pertemuan
selama tiga tahun menimba ilmu. Yang tadinya dapat berjumpa setiap hari,
Dapat melihat matanya setiap hari…
Dapat mendengar suaranya setiap hari
Dapat bercengkrama setiap hari….
Suka dan duka dilalui bersama….
Makan di kantin yang terbiasa kadang
kadang nembak juga….
Pakaian yang cuek…..
Gaya yang penuh inspirasi…..
Kelakuan yang kocak dan penuh tanda Tawa….
Perubahan kedewasaan yang berarah ke
pribadi yang positif….
Selamat tinggal bapak ibu guru…..
Selamat tinggal ibu kantin…..
Selamat tinggal mang udin seorang
penjaga sekolah yang baik….
Selamat tinggal bapak omesh yang
galak…..
Selamat tinggal upacara…..
Selamat tinggal ibu yanti yang cantik….
Suasana menjadi haru biru dengan
kesedihan dan akan adanya rindu yang mendalam. Terlebih rasa yang ada dalam hati
Nur Hidayah kebersamaan yang sangat dalam. Mereka akan berpisah untuk
menentukan langkah masing masing.
Ujian
kesabaran dan ketekunan dalam belajar akan selalu ada. Cita cita akan mereka
gapai dengan prestasi. Dan dalam diri masing masing mereka tertanam semangat
untuk berkarya dan berprestasi di bidang mereka masing – masing.
Tak
ada yang tak mungkin semuanya bisa terjadi dengan ijin dan ridho Alloh swt.
Semuanya harus ikhtiar harus istiqomah dalam perjalanan pendidikannya sehingga
akan mendapatkan hasil yang membanggakan. Bekal pengalaman saat di bangku
sekolah Madrasah Aliyah akan menjadi modal dalam meraih cita cita . Tekad yang
kuat mengantarkannya dalam kesuksesan. Inilah yang menjadi semangat,
Begitulah
kisah Nur Hidayah yang penuh liku liku suka duka.Kasih sayang keluarga
sangatlah yang utama dalam membentuk karakter Nur Hidayah.
Nur
Hidayah sangat bersyukur mempunyai keluarga yang akur dan saling menghormati.
Pondsi yang kuat akan menghasilkan gedung yang kokoh. Pondasi yang kuat juga
akan menopang dalam gedung itu menjadi harmonis.
